![]() |
| Pengurus HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI 2016 UPP PGSD BONE FIP UNM |
Mahasiswa Perlu Berorganisasi – Hidup Mahasiswa! Menarik sekali membahas judul di atas, mengingat dunia mahasiswa adalah dunia luas tanpa batas. Dan, organisasi mahasiswa adalah rumah yang selalu ramah, bagi jiwa- jiwa muda yang rentan gerah. Kita fahami bersama, bahwa masa menjadi mahasiswa adalah masa belajar di fase terakhir dari struktur pendidikan formal di Indonesia. Sebab setelahnya anda akan tiba di persilangan jalan, dihadapkan dengan dua pilihan; apakah akan meneruskan ke jalur akademik, atau jalur non akademik. Dijalur akademik, anda akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Belajar lebih dalam mengenai ilmu- ilmu yang akan menopang keprofesian anda kelak. Beda halnya ketika anda mengambil jalur non akademik.
Di jalur non akademik, anda akan
menjadi orang- orang “bekerja”, bukan lagi pembelajar. Ketika anda
bekerja, yang anda perlukan bukan hanya sekedar prestasi akademik
semata. Tapi dibutuhkan pengalaman, keterampilan memimpin, mengelola,
bernegosiasi, dan segala keterampilan lainnya. Tentu saja dalam
keterampilan ini, buku kuliah dan komat- kamit dosen tidak banyak
bermanfaat. Sebab anda dituntut untuk berkutat dalam hal-hal seputar
hubungan antar manusia. Anda dituntut untuk dipimpin di suatu saat, dan
memimpin di saat lainnya.
Bagaimana anda sebagai mahasiswa mempersiapkannya?
Disinilah peran dan tanggung jawab
dari organisasi mahasiswa. Bagaimana sebuah organisasi menjadi wadah
mahasiswa mengembangkan kompetensinya. Menanamkan kepribadian yang
dinamis dan bertanggung jawab. Berfikir dan berjiwa besar. Bagaimana
organisasi menjadi supplier pemimpin muda yang cerdas dan mencerdaskan,
cerah dan mencerahkan. Dan ini turut menjadi beban moral bagi kita
semua, dalam melanjutkan apa-apa yang telah diperjuangkan oleh para
pendahulu kita.
Sayangnya, kita seringkali terjebak
dalam idealisme kita sendiri. Ingin berfokus sepenuh hati pada
perkuliahan namun justru terperangkap pada ketidakseriusan belajar.
Ditambah lagi merebaknya virus perilaku hedonis-konsumtif, yang membuat
mahasiswa cenderung memilih menghabiskan waktunya dengan hal- hal yang
tidak memberikan manfaat selain hanya memenuhi gengsi dan penilaian
orang semata.
Perilaku hedonis- konsumtif ini tentu
saja menjadi ibu bagi degradasi nilai moral di kalangan mahasiswa kita.
Mahasiswa semestinya menjadi social control, menjadi moral force,
memiliki sense of belonging yang besar akan perubahan suhu yang terjadi
di masyarakat. Bukan justru menjadi manusia dengan pemikiran skeptis dan
apatis. Belum lagi kepungan produk- produk teknologi yang menyita
banyak waktu dan perhatian kaum muda kita. Habislah kita! Menjadi korban
dari pergerakan zaman yang semakin hari semakin hebat.
Bagaimana anda sebagai mahasiswa menghadapinya?
Ini yang terpenting! Terlebih dahulu
anda perlu merubah mindset anda tentang manfaat ber-organisasi. Sebab,
pemikiran anda sangat menentukan tindakan anda. Sebagaimana keputusan
berorganisasi sangat bergantung pada pemahaman anda tentang nilai
manfaat yang akan anda dapatkan.
Jadi, mengapa mahasiswa (perlu) berorganisasi?
Pertama, berorganisasi sangat
menunjang intelektualitas dan menjadi sarana penempa keilmuan anda.
Disamping menemukan nilai- nilai idealis, berorganisasi akan memberi
anda kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu- ilmu kognitif yang selama
ini anda peroleh di kelas- keas formal.
Kedua, berorganisasi adalah
kontribusi nyata anda dalam mengobati kepincangan moral dan sosial di
tengah masyarakat. Telah kita bahas sebelumnya, betapa saat ini kepungan
teknologi dan kemajuan zaman telah memangkas habis nilai- nilai sosial
dan moral di tengah masyarakat kita. Nah, berorganisasi, melatih kita
menumbuh kembangkan semangat solidaritas yang merupakan anak kandung dari
sifat gotong royong dan empati yang sangat penting kita jaga dalam
kehidupan bermasyarakat.
Ketiga, di dalam organisasi, anda akan dipertemukan, diperkenalkan, dan disatukan dengan orang- orang yang memiliki latar belakang yang berbeda- beda. Ini menjadi poin penting. Bagaimana segala jenis perbedaan itu menjadi satu kesatuan yang indah, demi mencapai tujuan yang tidak kalah indahnya tentu saja. Di dalam organisasi anda akan menemukan tidak sedikit dinamika dari perbedaan- perbedaan tersebut. Dan semuanya akan mendewasakan pribadi anda. Mengajari anda perihal prioritas dan manajemen ego.
The last but not least, melalui
organisasi anda akan mengambil pengalaman untuk memimpin. Ini
kesempatan berharga, tentu saja. Karena memimpin bukan pekerjaan yang
mudah didefinisikan. Memimpin butuh keterampilan pengalaman.
Berorganisasi ibarat belajar berenang di kolam renang dengan karakter,
tekanan, kedalaman, dan suhu yang terukur. Anda jika langsung berenang
di Samudera Pasifik, besar kemungkinan anda akan tenggelam. Karenanya,
jika ingin belajar kepemimpinan lakukan sekarang, jangan nanti saat
selesai kuliah. Tantangan di dunia kerja kelak sangat besar. Anda jika
baru belajar kepemimpinan saat tantangannya besar sekali, besar
kemungkinan anda akan gagal. Tenggelam!
Maka berorganisasilah!
Temukan nilai- nilai yang belum pernah
anda temukan dalam kehidupan anda sebelumnya. Nilai Humaniora. Nilai
Kepemimpinan. Nilai Integritas. Kembangkan kebesaran Tuhan yang mengalir
di akar nadi anda. Anda adalah kesayangan Tuhan yang dihadirkan untuk
menebar manfaat di muka Bumi ini. Maka berorganisasilah! Besarkan
fikiran anda, besarkan jiwa anda, besarkan nilai anda. Anda-lah penentu
kebesaran anda. HIDUP Mahasiswa!
Post By : riand hidt

