Menu

Saturday, October 1, 2016

MAHASISWA PERLU BERORGANISASI.



Pengurus HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI 2016 UPP PGSD BONE FIP UNM


Mahasiswa Perlu Berorganisasi – Hidup Mahasiswa! Menarik sekali membahas judul di atas, mengingat dunia mahasiswa adalah dunia luas tanpa batas. Dan, organisasi mahasiswa adalah rumah yang selalu ramah, bagi jiwa- jiwa muda yang rentan gerah. Kita fahami bersama, bahwa masa menjadi mahasiswa adalah masa belajar di fase terakhir dari struktur pendidikan formal di Indonesia. Sebab setelahnya anda akan tiba di persilangan jalan, dihadapkan dengan dua pilihan; apakah akan meneruskan ke jalur akademik, atau jalur non akademik. Dijalur akademik, anda akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Belajar lebih dalam mengenai ilmu- ilmu yang akan menopang keprofesian anda kelak. Beda halnya ketika anda mengambil jalur non akademik.


Di jalur non akademik, anda akan menjadi orang- orang “bekerja”, bukan lagi pembelajar. Ketika anda bekerja, yang anda perlukan bukan hanya sekedar prestasi akademik semata. Tapi dibutuhkan pengalaman, keterampilan memimpin, mengelola, bernegosiasi, dan segala keterampilan lainnya. Tentu saja dalam keterampilan ini, buku kuliah dan komat- kamit dosen tidak banyak bermanfaat. Sebab anda dituntut untuk berkutat dalam hal-hal seputar hubungan antar manusia. Anda dituntut untuk dipimpin di suatu saat, dan memimpin di saat lainnya.

Bagaimana anda sebagai mahasiswa mempersiapkannya?

Disinilah peran dan tanggung jawab dari organisasi mahasiswa. Bagaimana sebuah organisasi menjadi wadah mahasiswa mengembangkan kompetensinya. Menanamkan kepribadian yang dinamis dan bertanggung jawab. Berfikir dan berjiwa besar. Bagaimana organisasi menjadi supplier pemimpin muda yang cerdas dan mencerdaskan, cerah dan mencerahkan. Dan ini turut menjadi beban moral bagi kita semua, dalam melanjutkan apa-apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita.
Sayangnya, kita seringkali terjebak dalam idealisme kita sendiri. Ingin berfokus sepenuh hati pada perkuliahan namun justru terperangkap pada ketidakseriusan belajar. Ditambah lagi merebaknya virus perilaku hedonis-konsumtif, yang membuat mahasiswa cenderung memilih menghabiskan waktunya dengan hal- hal yang tidak memberikan manfaat selain hanya memenuhi gengsi dan penilaian orang semata. 
Perilaku hedonis- konsumtif ini tentu saja menjadi ibu bagi degradasi nilai moral di kalangan mahasiswa kita. Mahasiswa semestinya menjadi social  control, menjadi moral force, memiliki sense of belonging yang besar akan perubahan suhu yang terjadi di masyarakat. Bukan justru menjadi manusia dengan pemikiran skeptis dan apatis. Belum lagi kepungan produk- produk teknologi yang menyita banyak waktu dan perhatian kaum muda kita. Habislah kita! Menjadi korban dari pergerakan zaman yang semakin hari semakin hebat.

Bagaimana anda sebagai mahasiswa menghadapinya?

Ini yang terpenting! Terlebih dahulu anda perlu merubah mindset anda tentang manfaat ber-organisasi. Sebab, pemikiran anda sangat menentukan tindakan anda. Sebagaimana keputusan berorganisasi sangat bergantung pada pemahaman anda tentang nilai manfaat yang akan anda dapatkan.

Jadi, mengapa mahasiswa (perlu) berorganisasi?

Pertama, berorganisasi sangat menunjang intelektualitas dan menjadi sarana penempa keilmuan anda. Disamping menemukan nilai- nilai idealis, berorganisasi akan memberi anda kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu- ilmu kognitif yang selama ini anda peroleh di kelas- keas formal. 
Kedua, berorganisasi adalah kontribusi nyata anda dalam mengobati kepincangan moral dan sosial di tengah masyarakat. Telah kita bahas sebelumnya, betapa saat ini kepungan teknologi dan kemajuan zaman telah memangkas habis nilai- nilai sosial dan moral di tengah masyarakat kita. Nah, berorganisasi, melatih kita menumbuh kembangkan semangat solidaritas yang merupakan anak kandung dari sifat gotong royong dan empati yang sangat penting kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat. 

Ketiga, di dalam organisasi, anda akan dipertemukan, diperkenalkan, dan disatukan dengan orang- orang yang memiliki latar belakang yang berbeda- beda. Ini menjadi poin penting. Bagaimana segala jenis perbedaan itu menjadi satu kesatuan yang indah, demi mencapai tujuan yang tidak kalah indahnya tentu saja.  Di dalam organisasi anda akan menemukan tidak sedikit dinamika dari perbedaan- perbedaan tersebut. Dan semuanya akan mendewasakan pribadi anda. Mengajari anda perihal prioritas dan manajemen ego.
The last but not least, melalui organisasi anda akan mengambil pengalaman untuk memimpin. Ini kesempatan berharga, tentu saja. Karena memimpin bukan pekerjaan yang mudah didefinisikan. Memimpin butuh keterampilan pengalaman. Berorganisasi ibarat belajar berenang di kolam renang dengan karakter, tekanan, kedalaman, dan suhu yang terukur. Anda jika langsung  berenang di Samudera Pasifik, besar kemungkinan anda akan tenggelam. Karenanya, jika ingin belajar kepemimpinan lakukan sekarang, jangan nanti saat selesai kuliah. Tantangan di dunia kerja kelak sangat besar. Anda jika baru belajar kepemimpinan saat tantangannya besar sekali, besar kemungkinan anda akan gagal. Tenggelam! 

 Maka berorganisasilah!

Temukan nilai- nilai yang belum pernah anda temukan dalam kehidupan anda sebelumnya. Nilai Humaniora. Nilai Kepemimpinan. Nilai Integritas. Kembangkan kebesaran Tuhan yang mengalir di akar nadi anda. Anda adalah kesayangan Tuhan yang dihadirkan untuk menebar manfaat di muka Bumi ini.  Maka berorganisasilah! Besarkan fikiran anda, besarkan jiwa anda, besarkan nilai anda. Anda-lah penentu kebesaran anda. HIDUP Mahasiswa!


Post By : riand hidt


Buat Mahasiswa baru, wajib tahu 10 istilah Penting Dalam Dunia Perkuliahan !

Buat Mahasiswa baru, wajib tahu 10 istilah Penting Dalam Dunia Perkuliahan !

 1. SKS (Satuan Kredit Semester)
SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester. Tidak seperti di SMA di mana semua pelajaran sudah dipaketkan hingga lulus, di perguruan tinggi, dengan SKS memungkinkan mahasiswa memilih sendiri mata kuliah yang akan diambil dalam satu semester. Tapi, untuk mahasiswa baru di kampus ini, saat semester pertama biasanya sudah diberikan satu paket mata kuliah, antara 21-23 SKS. Untuk lulus hingga S-1, Anda membutuhkan sekira 144-160 SKS, sementara untuk program diploma diperlukan 110-120 SKS. Setiap mata kuliah memiliki bobot SKS berbeda. Ada mata kuliah yang berbobot satu, dua, tiga, maupun empat SKS. Berdasarkan kebijakan yang ada disini, biaya yang harus dikeluarkan nantinya tidak berdasarkan per SKS, so, baik sedikit atau banyak mata kuliah yang diambil biayanya sama untuk satu angkatan tiap semester. Jumlah SKS yang dapat diambil masing-masing mahasiswa di tiap semester juga bisa jadi tidak sama, mulai 16 hingga 24 SKS. Batasan yang diberikan pihak kampus mengenai SKS yang harus diambil tiap semester berkaitan erat dengan Indeks Prestasi Semester (IPS) yang Anda raih di semester sebelumnya. 


2. KRS (Kartu Rencana Studi)
 Apa itu KRS? KRS adalah singkatan dari Kartu Rencana Studi. Umumnya, seluruh perguruan tinggi di Indonesia memakai istilah ini, namun adapula yang menyebut Kartu Perencanaan Studi Mahasiswa (KPSM) maupun Formulir Rencana Studi (FRS). KRS merupakan rekaman mengenai mata kuliah yang diambil dalam satu semester. Anda dapat merencanakan sendiri mata kuliah yang akan kamu ambil di semester tersebut dengan berkonsultasi dengan dosen wali atau Dosen Penasehat Akademik. Di beberapa perguruan tinggi saat ini, KRS berbentuk lembaran kertas formulir konvensional, online, atau kombinasi keduanya. KRS manual atau konvensional yang telah disetujui oleh dosen wali dapat segera kamu berikan ke sekretariat maupun Biro Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan (BAAK). Sementara untuk yang menggunakan sistem online, kamu hanya perlu memasukan KRS manual ke akun kemahasiswaan milikmu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Nah, di kampus ini, KRS menggunakan sistem online.


3. Dosen Wali /PA
Di beberapa perguruan tinggi di Indonesia juga menggunakan istilah Dosen Wali, dan di sebagian yang lain menggunakan istilah Dosen Penasehat Akademik. Pada dasarnya sama saja, Dosen Wali atau Penasehat Akademik memiliki tugas yang sama, mereka adalah dosen yang ditunjuk oleh pihak kampus sebagai pembimbing bagi mahasiswa mengenai permasalahan yang dihadapi mahasiswa selama aktif studi, juga memberi saran dan pertimbangan mengenai apa saja mata kuliah yang seharusnya diambil pada semester aktif. 


4. IPS (Indeks Prestasi Semester)
Indeks Prestasi Semester atau IPS, atau cukup disingkat dengan IP, ini adalah hasil rerata nilai prestasi tiap-tiap mata kuliah dalam satu semester. IP bisa dilihat di Kartu Hasil Studi atau KHS, yaitu seperti raport semesteran mirip seperti saat sekolah SMA dulu, hanya saja bentuknya yang berbeda berupa selembar kertas berisi nilai huruf yang dikeluarkan pihak kampus.

5. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)
IPK, singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif, berisi catatan prestasi tiap-tiap mata kuliah selama menempuh studi, dari semester pertama sampai terakhir. Ibarat nilai rapor saat duduk di bangku SMA. Nilai IPK mulai dari 1,00 (satu koma nol nol) hingga 4,00 (empat koma nol nol). Jika mampu konsisten meraih IP 3,5 di setiap semester hingga lulus, maka Anda akan dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi dengan predikat cumlaude. 

6. Penilaian
Sistem penilaian di perguruan tinggi menggunakan abjad. Nilai tertinggi yang setara dengan nilai 9-10 setara dengan A sementara nilai terendah biasa disetarakan dengan nilai E. 


7. UTS dan UAS
Tidak ubahnya dengan SMA, perguruan tinggi juga menggunakan sistem Ujian Tengah Semester  (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Biasanya, bobot penilaian yang ditetapkan bagi UTS dan UAS diserahkan kepada masing-masing dosen, karena dosen lebih tahu bagaimana proses mahasiswa mengikuti perkuliahan dari awal hingga akhir. Penilaian akhir ditetapkan berdasarkan pembobotan nilai UTS dan UAS, adapula yang dihitung berdasarkan pembobotan presensi Kuliah, Tugas, Quis, UTS, dan UAS.


8. KKN
KKN atau Kuliah Kerja Nyata adalah kegiatan untuk memberikan kontribusi ke daerah atau Sekolah tertentu yang telah ditentukan oleh pihak universitas. Biasanya, mahasiswa diberikan waktu dua bulan atau lebih untuk tinggal di satu desa.dan untuk KKN PGSD UNM mulai tahun 2015 dilaksanakan di sekolah bukan lagi desa. Semua proker dilaksanakan di sekolah,contohnya proker mengecat papan nama sekolah,membuat kelas litertur dll.


9. UKM
Ini salah satu yang paling seru. UKM adalah Unit Kegiatan Mahasiswa. Kalau di sekolah, sering disebut dengan ekskul atau ekstra kurikuler. Kegiatan ini sangat diminati oleh para mahasiswa karena UKM yang ditawarkan sangat beragam. Kita bisa memilih UKM sesuai dengan hobi yang kita sukai,Untuk PGSD bone Ada beberpa yaitu HIMA PRODI,BASIC,KSR,PRAMUKA,Dan MAPALA.


10. PKL/PPL
Kepanjangan dari istilah ini adalah Praktik Kerja Lapangan. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mendapat pengalaman di dunia kerja. Tapi, tidak semua fakultas atau jurusan mewajibkan kegiatan PKL.

Write by : riand hidt